Jika saja ketika itu Gratia Suwu tidak mencoba memasarkan ukulele lukisnya, mungkin komunitas ukulele bernama Ukuiki ini tidak akan pernah ada. Karena sebelum menjadi sebuah komunitas, Ukuiki adalah brand bagi ukulele lukis yang dibuat oleh perempuan yang akrab dipanggil Graz ini.

Berawal dari keinginan para penyuka ukulele lukis yang juga ingin bisa memainkan ukulele yang dipesannya, workshop pertama Ukuiki pun digelar di Localdeli Kemang dengan bantuan seorang teman dari komunitas Jakarta Ukulele sebagai mentornya. Komunitas Ukuiki pun seolah secara otomatis tercipta dari para alumni workshop tersebut.

Gathering anggota aktif Ukuiki (Dok. Ukuiki)
Kolaborasi Ukuiki dan Kak Ria Enes dalam Celoteh Nusantara (Dok. Ukuiki)

Sebagian besar anggota Ukuiki berasal dari orang-orang biasa yang berkeinginan untuk dapat memainkan alat musik khas Hawaii tersebut dengan riang tanpa memusingkan rumitnya teknik bermusik. Kini komunitas yang diresmikan pada tanggal 12 April 2016 ini sudah memiliki lebih dari 130 anggota terdaftar, berasal dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Mereka rutin berkumpul untuk jamming sembari meningkatkan skill bermain ukulele, bahkan anggota aktif Ukuiki sering mendapat kesempatan menampilkan keceriaan melalui nada-nada riang si kutu loncat di berbagai sudut Jakarta.

[Baca juga: Mengenal Ukulele, Si Kutu Loncat Pembawa Riang dalam Perjalanan]

Seiring dengan perkembangan komunitasnya, permintaan ukulele lukis Ukuiki pun semakin bertambah, hingga merambah ke mancanegara. Apabila ingin memiliki ukulele lukis yang sesuai dengan harapan, travelmate harus rela menunggu cukup lama dikarenakan antriannya yang sangat panjang. Travelmate juga harus menyiapkan biaya jasanya mulai dari Rp. 475.000,- hingga tidak terhingga, bergantung pada tingkat kesulitan lukisan.

Suasana workshop UkuFun (Dok. Ukuiki)
Graz dan karya ukulele lukisnya (Dok. Ukuiki)

Sedangkan untuk bergabung menjadi anggota Ukuiki, travelmate bisa langsung mendaftar dengan uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,- saja. Tetapi agar lebih memahami dasar-dasar ukulele, Travelous merekomendasikan travelmate mengikuti workshopnya terlebih dahulu. Dengan durasi hanya sekitar 2-3 jam saja, workshop bertajuk UkuFun ini sangat cocok bagi travelmate yang sekedar singgah sementara di Ibukota serta ingin dapat memanfaatkan waktunya untuk belajar bermain ukulele sembari bergembira dan bertemu dengan teman-teman baru. Ayo meluncur dan follow instagram @ukuiki untuk mengintip keseruan mereka!

[Baca juga: Jakarta Good Guide, Teman Baik untuk Menjelajahi Eksotisme Ibukota]

 
Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *