Alat musik ini dikenal sebagai instrumen khas Hawaii yang mendunia, padahal sebenarnya si mungil ini berkelana dari Portugal hingga sampai ke beberapa wilayah dan berakulturasi dengan budaya lokal di rumah barunya.

Konon di sekitar tahun 1879, setelah melakukan pelayaran panjang dan melelahkan selama 4 bulan, sebuah kapal yang berisikan 419 imigran Portugis asal Pulau Madeira akhirnya mendarat di Kepulauan Hawaii untuk memulai hidup barunya. Saking gembiranya, Joao Fernandes pun melompat dari kapal dan merayakannya dengan memainkan lagu daerah asalnya menggunakan alat musik yang bernama baraguinha atau sebagian menyebutnya machete. Aksi jemari tangan Fernandes yang seolah menari seirama dengan nada yang dihasilkannya pun mampu menghipnotis penduduk Hawaii yang berlalu-lalang di pelabuhan. Sejak itu penduduk Hawaii membaptis bayi gitar ini dengan nama Ukulele yang berarti “kutu loncat”.

Ukulele yang berbentuk kecil dan mudah dibawa kemudian menjadi instrumen yang sangat populer di Hawaii, penduduk lokal yang awalnya hanya mendengarkan saja menjadi tertarik untuk belajar memainkannya pula. Hingga akhirnya  Raja David Kalakaua yang juga sangat mencintai Ukulele memiliki ide untuk mengkombinasikannya dengan aspek-aspek tradisional Hawaii sehingga dapat menambah kekayaan budaya Hawaii. Raja Kalakaua juga-lah yang mulanya mempromosikan Ukulele sebagai instrumen khas Hawaii dengan dimainkan dalam perjamuan resmi kerajaan, menggunakannya dalam musik tradisional Hawaii serta mengiringi tarian Hula.

Ilustrasi bermain Ukulele Hawaii (Pic islandpartnershawaii.com)
 
Berbagai bentuk Ukulele Hawaii (Pic Shutterstock)
Ukuran standar internasional Ukulele Hawaii, Soprano, Concert, Tenor, Baritone (Pic. azmusic.vn)
Penampakan duo Cak dan Cuk asal Indonesia (Pic. Tokopedia.com)

Seiring kepopulerannya, Ukulele Hawaii tidak hanya berbentuk seperti gitar mini saja, namun ada juga yang berbentuk oval seperti nanas (pineapple ukulele), bahkan ada yang berbentuk dayung, bahkan persegi. Namun, empat ukuran standar internasional Ukulele Hawaii adalah Soprano (yang paling kecil dan biasa dimainkan), Concert (sedikit lebih besar dengan nada yang lebih dalam), Tenor (memiliki volume dan nada bass yang lebih dalam) serta Baritone (ukuran terbesar Ukulele Hawaii).

Dan yang paling penting adalah, ternyata kencrung (atau kentrung atau cak dan cuk) milik Indonesia yang ada dalam genre musik tradisional Keroncong berbeda dengan Ukulele Hawaii lho. Meskipun berasal dari bangsa pengembara yang sama yaitu Portugis, namun dalam musik Keroncong, dua sahabat Cak dan Cuk harus dimainkan secara beriringan serta memiliki urutan nada yang berbeda jika dibandingkan dengan Ukulele Hawaii.

Please follow and like us:

One thought on “Mengenal Ukulele, Si Kutu Loncat Pembawa Riang dalam Perjalanan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *