Siapa tak kenal Jakarta, Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gemerlap dan terkadang gelap di hampir setiap sudutnya. Diantara hingar-bingar kehidupan malam khas kota metropolitan, Jakarta memiliki kemacetan, polusi, sampah, intoleransi, kejahatan, kesenjangan sosial serta segala macam hal buruk lain sebagai problematikanya. Membuat kota ini nyaris tidak menarik bagi warganya sendiri, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki banyak uang dan fasilitas untuk menikmati hedonisme Jakarta.

Betapa tidak menariknya Jakarta ini rupanya cukup menarik perhatian Farid dan beberapa rekannya untuk menelusuri jalanan, mengeksplorasi sudut-sudutnya, serta mencari keistimewaan Jakarta. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa Jakarta adalah kota sejarah, dimana cerita tentang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia bermula. Hasil dari eksplorasi ini kemudian menjadi rute pertama bagi Jakarta Good Guide yang terbentuk pada bulan September 2014.

Kota Tua yang penuh cerita (Dok. @JKTgoodguide)
Eksotisme tersembunyi di Cilincing (Dok. @JKTgoodguide)

Berawal dari 4 rute yaitu Pusat Kota, Kota Tua, Glodok, dan Menteng, kini Jakarta Good Guide telah melayani beberapa rute tambahan yang cukup unik untuk ditelusuri, seperti Cilincing, Kemang, Blok M hingga Bogor. Dengan konsep pay as you wish walking tour, Jakarta Good Guide ingin para pesertanya dapat langsung melihat, mengenal, hingga menghayati kondisi masa kini dan lalu pada sebuah bangunan ataupun lokasi yang di temui selama 2 sampai 3 jam berjalan kaki. Hal ini tentunya sangat menarik bagi turis asing serta peserta lokal yang ingin mengenal sisi eksotisme Jakarta secara lebih dekat dan murah.

[Baca juga: Bertandang ke Candra Naya, Rumah Mayor Tionghoa ]



Mengunjungi dewa-dewi di China Town (Dok. @JKTgoodguide)
Keindahan Menteng diantara hiruk pikuk Jakarta (Dok. @JKTgoodguide)

Dengan hanya memberikan tips di akhir perjalanan (biasanya sebesar Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000 atau bahkan lebih dari itu) sebagai penghargaan kepada guide-nya jika peserta berkenan serta merasa sangat terkesan, Jakarta Good Guide juga menyediakan guide dengan kompetensi bahasa Inggris, Perancis, Mandarin dan Jepang. Tapi walaupun terhitung tur gratis, jangan khawatir akan adanya hoax di sini, karena cerita sejarah hingga mitos-mitos masa lalu yang dibagikan oleh tim Jakarta Good Guide kepada pesertanya berasal dari narasumber terpercaya. Lagipula semua guide yang tergabung dalam Jakarta Good Guide merupakan guide berlisensi dari Dinas Pariwisata, jadi mereka bisa dikenai sanksi jika menyebarkan berita bohong dong!

Tertarik untuk menjelajahi eksotisme Ibukota bersama Jakarta Good Guide? Yuk follow Instagramnya di @JKTgoodguide atau langsung mampir ke www.jakartagoodguide.com untuk mendaftarkan diri sebagai peserta tur.

[Baca juga: Nikmati Keceriaan Jakarta dengan Belajar Ukulele bareng Ukuiki]



Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *