Alkisah pada masa kependudukan Belanda di Batavia, seorang Tionghoa dermawan bernama Kapiten Gan Djie sengaja menyediakan delapan teko berisi teh untuk diminum gratis setiap pagi dan sore oleh warga yang beteduh di depan kantornya. Kisah mengenai kebaikan hati Kapiten Gan Djie dan istrinya (Nyai Gan Djie) telah melegenda di hati masyarakat Glodok, Kota Tua Jakarta.

Sejak Gan Djie diangkat menjadi Kapiten Tionghoa (Kapitein der Chineezen) pada tahun 1663, Nyai Gan Djie juga turut membantu tugas suaminya. Ketika itu, dia seringkali melihat para pedagang keliling atau orang-orang yang berteduh kelelahan di depan kantor. Melihat hal tersebut, Nyai Gan Djie mengusulkan kepada suaminya agar di depan kantor di sediakan air teh bagi warga yang lelah dan kehausan. Sang Kapiten tentu saja menyetujui usul baik istrinya tersebut.

[Baca juga: Bertandang ke Candra Naya, Rumah Mayor Tionghoa]

Jejeran teko teh di depan kantor Kapiten Gan Djie menjadi berkah bagi warga yang melewati wilayah tersebut, mereka menjadi berinteraksi serta saling bertukar cerita sembari menikmati teh gratis dari Sang Kapiten. Supaya air teh mencukupi kebutuhan warga, maka Kapiten Gan Djie menyediakan sebanyak delapan buah teko berisi teh tawar, delapan (pat) teko (poci teh) – Patekoan ini kemudian menjadi ciri yang memudahkan warga mencari lokasi kantor Kapiten Gan Djie sehingga kemudian diadopsi pula menjadi nama jalan. Jalan Patekoan kini berubah nama menjadi Jalan Perniagaan.

Silahkan minum! Teh untuk kebersamaan. Teh untuk masyarakat (Pic by Aruma Sistha)
Gedung Apotek Chung Hwa yang beralih fungsi menjadi Patjoran Tea House (Pic by Aruma Sistha)

Semangat kebersamaan Patekoan ini menginspirasi CEO Jakarta Old Town Revitalization Corp (JOTRC), Lin Che Wei dan meneruskan kembali tradisi tersebut di Gedung Apotek Chung Hwa yang berada di pintu masuk Jalan Pancoran, Glodok. Setelah di revitalisasi, gedung ini secara resmi berfungsi menjadi “Pantjoran Tea House” pada tahun 2015. Kini tidak hanya teh tawar saja, namun disediakan juga teh manis di dalam teko berpita merah untuk penggemar gula.

Bagi travelmate yang ingin menjajal tradisi Patekoan bisa langsung datang ke Pantjoran Tea House, Jl. Pancoran No 6, Glodok, Kota Tua Jakarta setiap hari dari mulai pukul 8 pagi hingga 7 malam. Ayo jangan ragu-ragu “Silahkan minum! Teh untuk kebersamaan. Teh untuk masyarakat”.

[Baca juga: Barongsai, si Lincah Pengusir Roh Jahat]

 
Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *