Rujak yang  biasanya identik dengan makanan pencuci mulut yang memiliki rasa manis dan segar, di Bali memiliki variasi unik yang disebut Rujak Kuah Pindang. Membayangkan buah-buahan segar yang biasanya ditemani bumbu kacang, kali ini justru disiram dengan kuah ikan yang encer dan berwarna merah muda. Hii, bisa jadi travelmate bergidik karena membayangkan rasa amis ikan yang tidak sejalan dengan rasa segar buah-buahan.

Persis seperti namanya, rujak kuah pindang terbuat dari kaldu ikan pindang sehingga dibutuhkan keahlian khsuus untuk menghilangkan rasa amis pada kuah pindang ini. Jenis buah-buahan yang digunakan pun tak jauh beda dari rujak biasanya, seperti mangga, nanas, bengkoang, jambu, pepaya dan mentimun.

Awalnya, travelous juga merasa ragu untuk mencoba makanan satu ini.  Sulit rasanya menggambarkan di kepala, bagaimana kuah pindang yang umumnya berwarna kuning dan terasa asin-pedas harus bercampur dengan rujak yang normalnya terasa manis. Namun rupanya, perpaduan rasa asam dari kuah ditambah segarnya buah-buahan tropis menghasilkan rasa yang segar dan lezat. Terlebih, saat bagian potongan mangga muda dimakan bersamaan dengan kuah. Rasa masam dari pencit alias mangga muda, bercampur dengan bumbu dari kuah pindang menghasilkan rasa segar yang mengejutkan. Hasilnya, potongan buah-buahan dan kuah pindang menghasilkan kombinasi baru yang merangsang air liur.

Tidak sulit untuk menemukan makanan ini di Bali. Jika tinggal di sekitar wilayah Kuta, travelmate bisa menemukannya di Depot Rujak VIP yang berada di Jalan Raya Kuta No 109B.. Ada pula rujak kuah pindang yang sangat terkenal, bisa kamu temukan di sebuah gang kecil dekat Bandara Ngurah Rai. Mudah saja, cukup tanya penduduk sekitar, umumnya mereka langsung memberi petunjuk arah untuk menemukan rujak yang sudah melegenda sejak dulu ini.

Jadi, selain Sate Lilit dan Pie Susu, coba juga Rujak Kuah Pindang yang akan menyegarkan siangmu di Bali ya!

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *